Kunjungi Rumah Sakit Apung ,Ini yang di Sampaikan Plt Bupati Lingga M.Nizar

PLT bupati Lingga kunjungi rumah sakit apung(foto:ist)
Keprinews.com
,Lingga-Plt Bupati Lingga M.Nizar S.Sos kunjungi Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II Dr. Lie di Kecamatan Senayang dalam agenda meninjau persiapan dan kesiapan pelayanan kesehatan, Kabupaten Lingga Propinsi Kepri, Rabu. (06/01/2021) 

Setibanya di pelabuhan Senayang rombongan Plt Bupati Lingga di sambut baik oleh Camat Senayang, Syahbandar  Senayang, Kapolsek Senayang, Kepala Puskesmas Senayang, dan Satuan Polisi Pamong Praja Lingga.

Dihadapan Para Medis Plt Bupati Lingga M Nizar menyampaikan Apresiasi yang sebasar-besarnya kepada Dr. Lee dan para tim Medis yang telah berkali-kali berkunjung di Kabupaten Lingga, harapanya dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat kabupaten Lingga khususnya daerah kepulauan 

"Program berobat gratis ini pun menjawab atas pertanyaan masyarakat kabupaten Lingga mengenai fasilitas kesehatan dan pernah kami sampaikan di sela Debat Publik menjelang Pilkada Lingga 2020 kemarin," lanjutnya

Untuk pelayanan kesehatan akan dimulai pada tanggal 12 Januari, sebelumnya kapal RSA Dr. Lee ini sudah tiba sebelumnya karena kondisi pada saat sekarang ini akibat pandemi Covid-19 tenaga medis maupun dokter harus mengikuti protokol kesehatan dengan Karantina selama 14 hari, jelasnya

Saya berharap masyarakat manfaatkanlah sebaliknya pengobatan gratis ini, baik itu dari pihak kecamatan maupun pihak puskesmas terus berkoordinasi demi pelayanan kesehatan terbaik untuk Masarakat yang ingin berobat di RSA Dr Lee ini, tutup Nizar.


(Awalludin)
Kasubag Komunikasi Pimpinan

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA