Bapeda Lingga Gelar (RAKER) Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2020

Keprinews com , Lingga  — Badan pendapatan daerah (Bapeda) Kabupaten Lingga,  menggelar   Rapat kerja (Raker) Optimalisasi Dan Evaluasi , pendapatan daerah Kabupaten Lingga tahun 2020 Di Gedunga Nasional Dabo Singkep Pada Senin (24/08/2020).


Kegiatan Tersebut Di Hadiri Asisten II , Plt. Kepala Badan Pendapan Daerah Kabupaten Lingga , Camat  , Lurah , Kepala Desa dan Petugas Pemungutan.

Asisten II  Yusrizal " menjelaskan  di rapat ini , inilah gunanya kita melakukan koordinasi sehingga rencana untuk capaian , Agar  bisa tercapai sesuai dengan target yang kita inginkan  ,Saya berharap  pak camat Pak lurah Pak Kades tolong dibantu , Karena camat  Adalah selaku penguasa Wilayah , pantau Kades dan lurah yang  tidak melakukan pemungutan pajak Agar Tercapai Suatu Pencapaian Yang Kita Harapkan" Tegasnya.

"Kemudian dari segi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dimana PBB sama sekali belum begitu optimal sementara kita yang punya rumah dan punya tanah di Lingga ini ada berapa banyak. Kalau itu dilakukan identifikasi saya yakin tahun depan akan lebih optimal" Tambah Yusrizal

"Menanggapi Hal Tersebut Plt. Kepala Badan Pendapan Daerah Kabupaten Lingga , Sumiarsih, S. Pd Mengucapkan Terima kasih untuk masukannya ,  memang di sini ada sedikit dari kami , banyak pendapatan yang seharusnya memang  harus melaporkan transaksi pencapaian penerimaan APBN hiperbolanya mungkin setelah ini , akan kami sampaikan
salah satu isinya adalah mengelola pendapatan pajak daerah Terdiri Dari  11 mata pajak yang dikelola  selain PBB , Seperti Pajak restoran , Pajak  hotel ,Pajak  Tempat hiburan , Pajak reklame  , Pajak  penerangan jalan , pajak parkir Dan Pajak Rumah burung walet"


"Jadi memang untuk  realisasi penerimaan pajak antara tahun 2019 lalu dengan tahun 2020 pada periode Januari s/d Juli ; "saya melihat bahwa Ada Terjadi perubahan  penerimaan atau pendapatan dari sektor PBB-P2, terjadi penurunan realisasinya, 
beberapa Juga  ada terpengaruh dengan Situasi Pandemi Covid-19 ,  ada  tiga sektor pajak yang tidak langsung yaitu pajak hotel pajak restoran juga pajak rumah makan karena tingkat kunjungan masyarakat memang agak berkurang untuk PBB ini mungkin adalah bias bias sedikit daripada itu meskipun pada pendapatan daerah yang isinya sebagai pengelola pajak daerah mungkin Kami tidak akan bisa melakukan pencapaian secara maksimal jika tanpa bantuan atau dukungan dari para bapak camat juga bapak Kades untuk itu nanti kami berharap sinergitas kita hadapi kita tingkatkan guna pencapaian  satu miliar Untuk  PAD Lingga  " Tutup Sumiarsih

(Awalludin)

Subscribe to receive free email updates:

DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak dari semua perjuangan bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan mendapatkan sambutan yang luar biasa dan dukungan yang spontan dari segenap penjuru tanah air. Dinding-dinding rumah dan bangunan, pagar-pagar tembok, gerbong-gerbong kereta api, dan apa saja, penuh dengan tulisan merah “MERDEKA ATAU MATI.” Juga tulisan “SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.” Maklumat Pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 telah menetapkan Pekik Perjuangan “MERDEKA”sebagai salam nasional yang berlaku mulai tanggal 1 September 1945. Caranya dengan mengangkat tangan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke muka, dan bersamaan dengan itu memekikkan “Merdeka”. Pekik “Merdeka” menggema di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia.KEPRINEWS.COM-MEDIA AKTUAL DAN TERPERCAYA